
Semua berawal dari sebuah pertemuan sederhana, ketika takdir mempertemukan kami di sebuah desa kecil tempat KKN berlangsung. Saat itu, kami hanyalah dua orang asing yang sama-sama belajar dan mengabdi. Sebuah sapa ringan, candaan kecil, hingga kerja bersama dalam balutan kebersamaan, perlahan menumbuhkan rasa yang tak pernah kami duga sebelumnya.
Hari-hari KKN menjadi kenangan pertama. Di balik tawa anak-anak desa, senyum warga, dan lelah yang terbayar dengan kebersamaan, kami saling menemukan arti kehadiran satu sama lain. Dari situlah, sebuah pertemanan tumbuh menjadi cerita yang lebih indah. Perjalanan tidak berhenti setelah KKN berakhir. Waktu berjalan, tahun demi tahun, hingga enam tahun lamanya kami saling mengenal, saling menguatkan, dan saling menjaga. Dalam suka maupun duka, dalam jarak maupun dekat, kami belajar bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan, tapi juga tentang kesabaran, pengertian, dan doa yang selalu dipanjatkan.
Pada bulan Syawal, akhirnya kedua keluarga besar bertemu untuk pembahasan yang lebih serius. Kami semakin yakin untuk perjalanan panjang selanjutnya karena enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Kami bertumbuh, belajar dewasa, menata mimpi, dan saling percaya bahwa setiap langkah membawa kami semakin dekat pada satu tujuan. Hingga akhirnya, doa-doa itu menemukan jalannya.
Setelah semua keyakinan tumbuh dalam aliran doa dan harapan, akhirnya kami memutuskan untuk menuliskan bab baru dalam hidup kami dengan mengikat janji suci dalam pernikahan. Sebuah langkah kecil, namun dengan harapan besar untuk bersama, selamanya. Semoga perjalanan kami senantiasa selalu berada di dalam lindungan-Nya.

Mohon Do'a dan Restunya
Rizmi & Rais